Tuesday, 27 October 2026

Seandainya Keadaan Sedikit Lebih Ramah

Lagi-lagi tubuh ini nge-block akses aku untuk istirahat dan bahkan hanya untuk secuil makanan sekalipun, yang mereka izinkan ada hanya menumpuknya pikiran-pikiran dikepala yang makin liar. Mereka semua berantem dikepala, adu tentang semua kepahitan yang mereka bisa pikirkan, satu sisi mereka menjaga agar ketika itu terjadi aku gak langsung hilang arah, satu sisi dengan adanya mereka semua membuat mata dan kepala aku terus menyala. 

Malam yang aku lewati semalam rasanya cukup panjang, bahkan aku rasanya masih familiar dengan perasaan ini, semua ketidaknyamanan dan pertanyaan menggumpal membuat ruang di dada semakin sempit sesak, lucunya setelah ku ingat lagi ini seperti event tahunan buat aku, yang aku gak pernah berharap ini terjadi, tahun lalu di bulan yang sama aku sedang berusaha untuk berdiri dengan hati yang pincang, tahun ini entah kenapa aku terasa pincang seutuhnya lagi, dan di titik ini aku cuma bisa bergumam, "oh ini hanya semesta yang sedang mencoba menguji mu kembali, mungkin memang

kebetulan timing nya pas aja sama kaya tahun lalu" aku dan isi kepala ku yang mencoba menghibur diri. 

Entah berapa SKS lagi di pelajaran mencintai diri sendiri ini harus aku selesaikan, selalu menjadi manusia yang gagal dan remedial terus di part ini, ya dalam kenyataannya memang mungkin aku belum belajar mencintai diri aku seutuhnya. Malam itu aku merasa aku ditinggalkan dengan sebuah tanda tanya besar, apa iya ini benar terjadi lagi? dengan cerita yang berbeda namun dengan konsep yang sama, tapi aku coba sudut pandang lainnya sebenarnya mungkin aku memang tidak ditinggalkan, tapi dari awal aku tidak pernah merasa utuh dengan diri aku sendiri, jadi ketika hal lain masuk ke hidupku aku baru merasa utuh, dan sekarang itu pergi jadi aku merasa ditinggalkan. 

Cerita yang ini aku samar sering terdengar di sekelilingku atau kadang ku baca ketika mereka lewat timeline social media ku, ah mungkin di beberapa film pun pasti ada, terakhir cerita kedua orang yang saling bahagia bersama tapi dipisahkan keadaan ini aku lihat di film yang aku tonton dibulan januari tahun ini, gak pernah mau dan kepikiran hal ini aku tulis juga karena kenyataannya ini terjadi sama aku. "kira-kira kita akan punya cobaan apa ya ketika kita sama-sama selesai dan merasa menemukan satu sama lain kaya gini?" gumam kita saat iseng bersama dan penasaran, berharap memang tidak ada penghianatan dari kita masing-masing. Next time aku gak akan bertanya seperti ini, karena ternyata Allah menjawab ini, aku gak tau Allah iseng jawab ini atau gimana, yang pasti rasanya ketika ini terjadi kaya disambar petir dan diseruduk banteng, hantamannya keras dan hangus seketika. 

Seketika setelah mencari semua cara, ternyata jalan keluarnya memang hanya berpisah, ngetik ini pun rasanya gak sanggup. Kita coba berjuang di porsi masing-masing, tapi di usia kita dan memang pengalaman ini memang belum pernah, terlebih untuk dia yang menjalaninya sama sekali jauh dari kata mudah, mungkin untuk saat ini jalan terbaiknya memang selesai. Semua yang dilewati dan masalah ini gak sesingkat tulisan ku, tapi lucunya di kenyataannya ternyata hubungan kita ini memang masih dalam kategori singkat, terlalu berat buat diselesaikan karena keadaan yang memang sedang tidak berpihak, mungkin di lain waktu, semoga semuanya bisa berpihak, mungkin di lain waktu kita bisa lewati bareng, mungkin di lain waktu bukan jalan ini yang kita pilih. Mungkin .... lagi lagi mungkin kita memang harus belajar hal berbeda dari yang sebelumnya. See you soon ... 

No comments:

Post a Comment